Pelantikan Anggota Dewan Pengupahan DKI Jakarta

Pelantikan Anggota Dewan Pengupahan DKI Jakarta.
Pada Pelantikan Anggota Dewan Pengupahan ini terdiri dari unsur APINDO adalah:
– Bp. Bambang Adam ( APINDO Jakarta Timur)
– Bp Nurjaman ( DPP DKI)
– Bp. Rudy ( APINDO Jakarta Utara)

Acara ini dilaksanakan pada:
๐Ÿ—“ : Rabu, 27 Agustus 2025
๐Ÿ“ : Gedung Balai Agung Kantor Gubernur DKI Jakarta

Pada acara ini Anggota Dewan Pengupahan, di lantik langsung oleh Bapak Pramono Anung Wibowo selaku Gubernur DKI Jakarta

#asosiasipengusahaindonesia
#dpkapindojaktim
#apindonasional2025
#dewanpengupahandkijakarta
#pelantikandewanpengupahan2025

Kunjungan Kerja LKS TRIPARTIR ke LKS DISNAKERTRANS Cilegon

DPK APINDO JAKARTA TIMUR mendapat undangan dari kunjungan kerja LKS Tripartit ke LKS Disnakertrans Cilegon

Acara ini dilaksanakan pada:
๐Ÿ—“ : Kamis, 14 Agustus 2025
๐Ÿ“ : Komplek Walikota Kota Administrasi Jakarta
Timur Gedung B Lantai 3

Acara Kunjungan ini di hadiri oleh banyak stakeholder seperti:
1. Asisten Perekonomian Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretariat Kota
Administrasi Jakarta Timur
2. Kepala Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Jakarta Timur
3. Kepala Bagian Perekonomian Walikota Kota Administrasi Jakarta Timur
4. Kepala Seksi HI dan Kesejahteraan Pekerja
5. Kepala Seksi Pengawasan Ketenagakerjaan
6. Kepala Seksi Penempatan, Pelatihan, dan Produktivitas Tenaga Kerja
7. Kepala Sub Bagian Tata Usaha
8. Kepala Seksi Energi
9. Bapak Alfian Dani Purwoko (APINDO)
10. Ibu Susi Anggaresi (APINDO)
11. Ibu Purwati (APINDO)
12. Bapak Kiswoyo Wardani (APINDO)
13. Bapak. Sigit Setyoko (APINDO)
14. Hadirin dari Serikat Pekerja / DPC FSP LEM SPSI, Mediator Hubungan Industrial dan Stakerholder lainnya

#asosiasipengusahaindonesia
#dpkapindojaktim
#apindonasional2025
#KerjaSamaTripartitKotaAdministrasiJakartaTimur2025
#KunjunganKerja2025

Harga Produsen Mengalami Inflasi 0,42 Persen di Triwulan II-2025.

Berikut Perkembangan Indeks Harga Produsen Triwulan II 2025

– Indeks Harga Produsen (IHP) umum sembilan sektor pada triwulan II-2025. naik 0,42 persen terhadap triwulan I-2025 (q-to-q) dan naik 2,55 persen terhadap triwulan II-2024 (y-on-y).
– IHP Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan triwulan II-2025 naik 0,83 persen terhadap triwulan I-2025 (q-to-q) dan naik 6,18 persen terhadap triwulan II-2024 (y-on-y).
– IHP Sektor Pertambangan dan Penggalian triwulan II-2025 turun 1,61 persen dibandingkan triwulan I-2025 (q-to-q) dan naik 1,04 persen terhadap triwulan II-2024 (y-on-y).
– IHP Sektor Industri Pengolahan triwulan II-2025 naik 0,44 persen terhadap triwulan I-2025 (q-to-q) dan naik 2,39 persen terhadap triwulan II-2024 (y-on-y).
– IHP Sektor Pengadaan Listrik dan Gas triwulan II-2025 naik 1,00 persen dibandingkan dengan triwulan I-2025 (q-to-q) dan terhadap triwulan II 2024 (y-on-y) naik 1,82 persen.
– IHP Sektor Pengelolaan Air triwulan II-2025 naik 0,44 persen jika dibandingkan dengan triwulan I-2025 (q-to-q) dan naik 2,80 persen terhadap triwulan II-2024 (y-on-y).
– IHP Sektor Pengangkutan triwulan II-2025 naik 1,87 persen terhadap triwulan I-2025 (q-to-q) dan terhadap triwulan II-2024 (y-on-y) naik 0,63 persen.
– IHP Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum triwulan II-2025 naik 0,47 persen terhadap triwulan I-2025 (q-to-q) dan naik 2,31 persen terhadap triwulan II-2024 (y-on-y).
– IHP Sektor Jasa Pendidikan triwulan II-2025 naik 0,12 persen terhadap triwulan I-2025 (q-to-q) dan terhadap triwulan II-2024 (y-on-y) naik 3,19 persen.
– IHP Sektor Jasa Kesehatan triwulan II-2025 naik 0,28 persen terhadap triwulan I-2025 (q-to-q) dan naik 2,36 persen terhadap triwulan II-2024 (y-on-y).

Info lengkapnya bisa cek pada file pdf terlampir
2452 (1)

sumber : bps.go.id

Member Gathering | Perjanjian Kerja dalam Perspektif Hukum Ketenagakerjaan yang Antisipatif : Tantangan dan Solusi

DPK APINDO JAKARTA TIMUR kembali mengadakan acara Member Gathering Dengan Tema:
โ€œPerjanjian Kerja dalam Perspektif Hukum Ketenagakerjaan yang Antisipatif : Tantangan dan Solusiโ€

Acara ini dilaksanakan pada:
๐Ÿ—“๏ธ : Selasa, 23 Juli 2025
๐Ÿ“ : Hotel Naraya Rawamangun

Acara ini dihadiri oleh Bapak Prayudi selaku SEKUM DPP APINDO DKI JAKARTA. Narasumber 1 Bapak Rusdi Muchtar, Konsultan. Narasumber 2 Ibu Linda, Deputi Direktur PT YIMM, dan Moderator Bapak Bambang, Direktur PT WIMA.

GANDENG KEMENKOP, APINDO LUNCURKAN UMKM AKADEMI

JAKARTA, KOMPAS.com – Asosiasi Pengusaha Indonesia ( Apindo) menggandeng Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) dan BPJS Ketenagakerjaan untuk meluncurkan program Apindo UMKM Akademi. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengatakan, program ini diharapkan bisa membantu para pelaku UMKM untuk mendapatkan ilmu agar bisa naik kelas dan mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19. “Kami ingin lebih hadir lagi untuk para UMKM dengan memberikan wadah melalui program ini agar UMKM bisa naik kelas. Langkah Ini juga merupakan upaya yang sangat penting bagi kami untukmemberikan efek multiplayer yang lebih besar bagi perekonomian kita,” ujarnya dalam virtual conference, Rabu (17/6/2020).

Hariyadi juga mengajak para pelaku usaha lain yang telah sukses dan profesional untuk bergabung dan berkolaborasi melalui program ini agar ikut berperan aktif berbagi ilmu kewirausahaan kepada UMKM Indonesia. “Para pelaku UMKM marilah kita belajar bersama untuk mencoba berani lebih maju lagi, berani untuk naik kelas dan meningkatkan ketahanan ekonomi negara kita,” ungkapnya.

Ia juga berharap melalui program ini bisa menjadi wadah strategi bagi semua pihak untuk berkolaborasi bagi UMKM agar semakin berkembang dalam konteks yang berkeadilan dan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi dan jaringan antar semua stakeholders terkait secara maksimal dan tepat sasaran.

Sementara itu Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) Teten Masduki mengatakan sangat menyambut dengan baik insiatif dibentuknya program ini. Apalagi menurut dia, saat ini pelaku UMKM harus benar-benar diberikan pendampingan dan wadah untuk berkembang agar bisa bertahan hidup selama pandemi. “Kalau dibandingkan dengan tahun 1998 dengan sekarang, peran UMKM itu sangat jauh berbeda. Kalau dulu UMKM bisa berperan menjadi penopang utama ekonomi nasional Indonesia namun saat ini UMKM lah yang benar-benar terpukul,”katanya.

Oleh sebab itu, lanjut Teten, saat ini pihaknya sedang gencar-gencarnya mendorong UMKM untuk bisa terjun Go Digital. Ia berpendapat dengan masuknya UMKM ke digital bisa membantu mereka dalam memasarkan produk-produknya di market digital. “Namun bukanlah hal yang mudah untuk bisa terjun ke market digital. Namun UMKM kita harus bisa berdaya saing dan memiliki cara yang tepat untuk bisa bertahan didunia digital, oleh sebab itu kami sangat membutuhkan kolaborasi dan kerjasama seperti ini untuk memberikan mereka pelatihan serta pendampingan,” jelas dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Gandeng Kemenkop, Apindo Luncurkan UMKM Akademi”